Monday, August 30, 2010

Bangsa Berbudaya dan Budaya ‘Ngaret’

Bangsa kita adalah bangsa yang berbudaya. Ya. Budaya kesenian tradisional banyak sekali berasal dari berbagai suku di negara kita. Tapi, ada sebuah budaya yang tidak berasal dari suku apa-apa, yang berasal dari diri kita sendiri yaitu: budaya terlambat, alias ngaret.

Mari dipikirkan lebih jauh lagi.

Apakah  ngaret adalah suatu budaya yang bisa kita banggakan dan apa akibatnya jika kebiasaan ini dipelihara? Apakah budaya terlambat sebuah bangsa menentukan cepat/lambatnya kesuksesan sebuah bangsa? Apakah keterlembatan seseorang mempengaruhi cepat/lambatnya kesuksesan seseorang? Lalu apakah budaya ngaret ini berkaitan dengan bagaimana seseorang menghargai hidupnya? Apakah budaya ngaret ini juga berkaitan dengan bagaimana seseorang menghargai  waktu orang lain? Dan apakah budaya ngaret ini berkaitan dengan bagaimana cara berpikir seseorang memandang dan menjalani seluruh aspek hidupnya?

Silahkan Anda pikirkan sendiri.

Istilah ‘ngaret’ tampak sudah menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Namun kenyataannya hal tersebut tetap merugikan kita semua. Herannya masih ada saja di antara kita yang punya hobby ngaret. Dari berbagai level sosial, ekonomi dan pendidikan, ngaret sudah menjadi sebuah penyakit yang tampak  disukai  namun juga dibenci.

Apa sih yang menyebabkan seseorang itu terlambat alias ‘ngaret’?
1. Rumah jauh dari lokasi yang dituju
2. Macet
3. Kendaraan rusak
4. Kondisi darurat yang mendadak dari pihak keluarga/teman
Kemampuan bangsa kita untuk maju, berkaitan dengan konsep masyarakat dalam memberlakukan waktu.

5. Sakit
6. Antrian di POM bensin panjang dan lama
7. Tugas yang mustinya sudah terpenuhi tapi belum selesai
8. Ada perbaikan jalan
9. Di tengah jalan ada yang tabrakan
10. Ada pohon tumbang
11. Begadang, bangun kesiangan
12. Lupa pasang weker
13. Ada pejabat lewat
14. Hujan dan banjir
15. Kendaraan umum yang ditumpangi mogok, rusak, jalannya lambat
16. Janji sebelumnya terlambat jadi kita ikut terlambat
17. .... silakan isi sendiri.

Luar biasa banyak yang bisa kita persalahkan. Daftar di atas akan berkelanjutan, sampai pada akhirnya kita menyalahkan pemerintah atas kurangnya jumlah jalanan. OK. Kalau itu sudah di luar kuasa kita. Banyak hal di luar kuasa kita. Namun BANYAK hal juga terjadi atas kuasa kita. Pada dasarnya dalam kehidupan akan selalu ada 2 kemungkinan: hal yang di luar kuasa kita dan hal yang merupakan kuasa kita. Semakin jauh seseorang meningkatkan kualitas dalam dirinya, semakin banyak kemampuannya untuk bertindak dalam menghadapi suatu keadaan. Mari kita bahas, APA sih aspek yang harus kita mengerti terlebih dahulu supaya kita BISA melakukan tindakan untuk mencegah hobby  terlambat atau ngaret dalam memenuhi sebuah janji ?

1. Mempunyai kemauan untuk mengetahui apa yang menyebabkan diri kita terlambat
Hey jangan-jangan selama ini memang kita cuek-cuek saja dan memang tidak ada kemauan untuk mengetahui apa yang menyebabkan diri kita terlambat. Kalau sudah tidak ada kesadaran dan kemauan untuk bisa memenuhi janji tepat waktu ya gak heran kalau kita memang gak punya kemauan untuk mengetahui apa yang membuat diri kita terlambat.

Tapi, jika diri kita memang ada kemauan untuk tepat waktu,  dan ada kemauan untuk mengetahui apa yang menyebabkan diri kita terlambat atau ngaret, kita bisa mulai melakukan tindakan, dengan evaluasi dan introspeksi.

2. Meningkatkan kesadaran tentang rentang waktu dan kemampuan mengatur waktu
Pernah ketemu orang yang bilang akan sampai di tempat Anda 5 menit lagi tapi baru sampai 20 menit kemudian? Atau pernahkah Anda janji ke sahabat Anda akan bertemu 5 menit lagi tapi ternyata baru bertemu 25 menit kemudian? Jangan-jangan, ternyata Anda memang tidak sadar bedanya 5 menit dan 25 menit! Atau jangan-jangan orang yang pernah janji ketemu Anda dalam waktu 5 menit, tidak bisa membedakan antara 5 menit dan 25 menit.

Kadang kita punya hobi menyangkal. Yang ada di kepala kita, kita BERHARAP bahwa hal tersebut bisa dilakukan dalam 5 menit. Harapan tersebut begitu besarnya hingga kita tidak merasakan yang kita sebut 5 menit itu ternyata 25 menit. Sounds familiar? Ini terjadi seringkali kepada siapapun.

Percobaan 1: Coba tanyakan kepada diri Anda, berapa lama Anda mandi di pagi hari. Catat di sebuah kertas. Misalnya 5 menit. Lalu saat Anda mau mandi lihat jam Anda, ingatlah jam berapa Anda mulai mandi. Lalu saat Anda selesai mandi, lihat jam Anda, dan hitung jarak waktu dari mulai saat Anda mulai mandi hingga selesai. Lihatlah kembali kertas yang tadi Anda tulis, apakah lama waktunya yang Anda perkirakan sama dengan lama waktu mandi yang Anda baru lakukan?

Mulai sekarang, latihlah kesadaran akan lamanya waktu seperti contoh di atas, dan kenalilah detail dari apa yang Anda kerjakan. Dengan SADAR akan berapa lamanya waktu berjalan, ini akan memperkuat kemampuan Anda untuk mengatur jadwal Anda. Manajemen waktu.

3. Meningkatkan pengetahuan tentang aktivitas yang dijalankan
Seringkali kita ternyata terlalu menyederhanakan proses kegiatan. Misalnya dari rumah ke kantor. Kita suka berpikir dari rumah masuk mobil lalu seperti naik mesin waktu tiba-tiba kita sudah ke kantor. Padahal sebetulnya ada urutannya secara kronologis
-    Mempersiapkan barang yang akan dibawa ke kantor
-    Sarapan
-    Memakai sepatu
-    Menuju garasi, memanaskan mobil
-    Keluar pagar harus menutup pagar terlebih dahulu
-    Di jalan harus beli bensin dulu
-    Masuk pagar gedung kantor harus mencari parkir terlebih dahulu
-    Dari parkiran harus jalan menuju lift
-    Di depan lift harus menunggu dahulu
Nah, kita sering melupakan detail-detail seperti ini. Kan kita gak sekonyong-konyongnya dari mobil di garasi lalu sudah tiba-tiba duduk di ruang kantor kita kan?
Begitu pula dengan semua aktivitas kita lainnya, pada semua perkerjaan kita, pada dasarnya semua terjadi dari rangkaian beberapa kegiatan . Semakin kita mengenal detail dari kegiatan yang diperlukan untuk menuju suatu titik kegiatan lainnya, semakin cerdas kita bisa mengatur waktu untuk tepat waktu memenuhi sebuah jadwal.

4. Mengerti skala prioritas
Keterampilan dalam menyusun prioritas kegiatan atau tugas-tugas kita sangat mempengaruhi seseorang dalam mengatur waktunya.  Butuh pengertian dan kesadaran tentang seberapa besar pentingnya dan seperti apa situasi dari setiap tugas atau kegiatan kita, dalam mengetahui dalam urutan prioritas nomor berapa kita meletakan sebuah kegiatan atau tugas.

5. Mempunyai rencana alternatif atau cadangan
Mempunyai rencana alternatif atau cadangan bisa menyelamatkan diri kita dari keterlambatan. Misalnya kita ada jadwal meeting sementara waktu sudah mepet, namun di jalan kita berencana mengisi bensin. Saat mendekati POM bensin, ternyata antriannya panjang. Jalan alternatif yang bisa dilakukan adalah dengan mengisi bensin setelah meeting saat kembali ke kantor. Jadi kita tetap hadir meeting tepat waktu, namun tetap bisa memenuhi kebutuhan isi bensin kita setelahnya.

Hal ini adalah contoh sederhana. Point yang ingin disampaikan disini adalah kemampuan kita mengolah dan memproses berbagai solusi alternatif dalam menghadapi sebuah situasi, membuat kemampuan kita untuk mengatur waktu semakin kuat.

6. Kemampuan menghargai diri sendiri dan orang lain
Kembali lagi yang menjadi dasar yaitu kesadaran kita dalam menghargai diri sendiri. Bagaimana kita memperlakukan waktu berkaitan dengan bagaimana kita menyikapi diri sendiri. Demikian juga bagaimana kita menyikapi diri sendiri akan memberikan impact terhadap bagaimana kita menyikapi orang lain. Bagaimana kita menghargai waktu orang lain, jadi berkaitan dengan bagaimana kita menghargai waktu diri kita. Kita tentu tidak suka jika seseorang ngaret dengan janjinya terhadap kita, demikian juga orang lain tidak suka jika kita ngaret saat berjanji dengan kita. Pengertian bahwa jika satu hal terlambat bisa berkelanjutan kepada keterlambatan-keterlambatan lainnya, itu berlaku pada diri kita maupun kepada orang lain.
Kemampuan kita untuk mengerti tentang kehidupan berkaitan erat dengan konsep kita memandang waktu. Kemampuan bangsa kita untuk maju, berkaitan dengan konsep masyarakat dalam memberlakukan waktu.

Keterlambatan mencegah terjadinya kesuksesan. Keterlambatan mencegah pertumbuhan. Keterlambatan bisa membuat kita kehilangan kesempatan untuk maju. Keterlambatan, bisa merugikan sejumlah investasi, kerja, dan tenaga yang sudah dikeluarkan untuk sebuah proyek atau sebuah tugas, sekecil apapun itu.

Waktu itu berharga. Seberapa berharga waktu bagi seseorang, bergantung dari bagaimana seseorang menghargai kehidupan.

Apakah kita sudah menjadi bangsa yang berbudaya menghargai waktu?

Bagaimana seseorang menyikapi waktu adalah bagaimana seseorang menyikapi dirinya dan hidupnya. Bagaimana masyarakat menyikapi waktu adalah bagaimana masyarakat menyikapi diri serta kehidupan masyarakat tersebut. Bagaimana sebuah bangsa menyikapi waktu adalah bagaimana bangsa tersebut menyikapi kehidupan dalam bangsa tersebut.

Dari Maylaffayza Blog

Friday, August 20, 2010

Jangan Mempersulit Diri

Artikel dari Abdullah Azzam

"Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu." (Al-Baqoroh 185)

Sahabat,betapa dahsyatnya berita dan opini yang berkembang diberbagai media tentang hal-hal yang negatif membuat banyak diantara kita larut dan ikut berfikir negatif dan semakin mempersulit diri..... dan suka menyalahkan orang lain.

Jutaan orang menganggur ..... wah sulit nih cari kerja! 4 : 1 Jumlah wanita dibanding laki-laki.....aduuuh makin susah nih cara dapetin jodohku! Korupsi merajalela.......mana mungkin kita bisa kaya dan sukses berbisnis, belum untung sudah dikorup! pornografi, pornoaksi dan narkoba telah membudaya diseluruh strata generasi ........ aduuh gimana nih, tambah ancur aja nih negara ....... pak Ustadz, pak Guru, pak Lurah, pak DPR dan Pak Presiden jangan tidur dan melancong aja.

Padahal sebenarnya tidak ada yang sulit dalam hidup kita ini, karena Allah sendirilah yang punya statmen 'Jangan mempersulit diri, karena Aku tidak pernah mempersulit kalian' begitulah kira-kira bahasa gampangnya.
Coba saja kita lihat realitas-relaitas berikut ini :

Ada seseorang saat melamar kerja,memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat CCTV oleh peng-interview, maka dia lolos dan mendapatkan pekerjaan tersebut.Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik.

Ada seorang anak menjadi murid di toko sepeda. Suatu saat ada seseorang yangmengantarkan sepeda rusak untuk diperbaiki di toko tersebut. Selain memperbaiki sepeda tersebut, si anak ini juga membersihkan sepeda hingga bersih dan mengkilap. Murid-murid lain menertawakan perbuatannya. Keesokan hari setelah sang empunya sepeda mengambil sepedanya, si adik kecil ditarik/diambil kerja di tempatnya. Ternyata untuk menjadi orang yang berhasil sangat mudah, cukup punya inisiatif sedikit saja.

Seorang anak berkata kepada ibunya: "Ibu hari ini sangat cantik. Ibu menjawab, "Mengapa?” Anak menjawab, "Karena hari ini ibu sama sekali tidak marah-marah.” Ternyata untuk memiliki kecantikan sangatlah mudah, hanya perlu tidak marah-marah.
Seorang petani menyuruh anaknya setiap hari bekerja giat di sawah.Temannya berkata, "Tidak perlu menyuruh anakmu bekerja keras, tanamanmu tetap akan tumbuh dengan subur. Petani menjawab, "Aku bukan sedang memupuk tanamanku, tapi aku sedang membina anakku.” Ternyata membina seorang anak sangat mudah, cukup membiarkan dia rajin bekerja.

Seorang pelatih bola berkata kepada muridnya, "Jika sebuah bola jatuh ke dalam rerumputan, bagaimana cara mencarinya? Ada yang menjawab, "Cari mulai dari bagian tengah." Ada pula yang menjawab, "Cari di rerumputan yang cekung kedalam." Dan ada yang menjawab, "Cari di rumput yang paling tinggi.” Pelatih memberikan jawaban yang paling tepat, "Setapak demi setapak cari dari ujung rumput sebelah sini hingga ke rumput sebelah sana.” Ternyata jalan menuju keberhasilan sangat gampang, cukup melakukan segala sesuatunya setahap demi setahap secara berurutan, jangan meloncat-loncat.

Katak yang tinggal di sawah berkata kepada katak yang tinggal di pinggir jalan, "Tempatmu terlalu berbahaya, tinggallah denganku." Katak di pinggir jalan menjawab, "Aku sudah terbiasa di sini, malas untuk pindah." Beberapa hari kemudian katak sawah menjenguk katak pinggir jalan dan menemukan bahwa si katak sudah mati dilindas mobil yang lewat. Ternyata sangat mudah menggenggam nasib kita sendiri, cukup hindari kemalasan saja.

Ada segerombolan orang yang berjalan di padang pasir, semua berjalan dengan berat, sangat menderita, hanya satu orang yang berjalan dengan santai dan gembira. Ada yang bertanya, "Mengapa engkau begitu santai?" Dia menjawab sambil tertawa, "Karena barang bawaan saya sedikit." Ternyata sangat mudah untuk memperoleh kegembiraan, cukup tidak serakah dan memiliki secukupnya saja.

Ada seorang gadis datang kepada sang Ustadz, “Ustadz gimana sih cara cepat dapetin jodoh?” “Gampang mau pilih yang mana? Yang masih perjaka atau yang sudah punya istri?” “eemmm ... yang perjaka saja gimana caranya?” “Bagi cintamu kepada orang tua dan keluarganya maka dia akan membagikan cintanya padamu!” “Kalau yang sudah punya istri?” “serius nih mau dipoligami?” “ya, tapi gimana triknya?” “Sama gampangnya, bagi cintamu kepada istri dan anak-anaknya dengan penuh ketulusan maka suaminya akan dengan mudah menerima cintamu begitu juga dengan anak dan istrinya! Ternyata mencari jodoh itu mudah, cukup dengan membagi cinta yang benar bukan ngegombal untuk merusak rumah tangga orang.

Tidak jauh beda juga ketika kita merasa sangat sukar meninggalkan maksiat dan dosa, cukup dengan membiasakan diri berbuat kebaikan mulai dari yang terkecil dan yang temudah, seperti membiasakan beristighfar dalam langkah dan merasakannya dalam denyutan nafas kita .................

Tuesday, August 17, 2010

Dr. Khoirul Anwar - Orang Kediri Sukses di Negeri Jepang

By Wenseslaus Manggut - Senin, 16 Agustus


VIVAnews - INSPIRASI besar memang bisa datang dari mana saja, termasuk dari film animasi untuk anak-anak. Anda mungkin tak pernah mengira, sebuah film anime Jepang ternyata bisa mengilhami penemuan penting yang merevolusi anggapan tak terpatahkan di jagat transmisi telekomunikasi nirkabel.

Tapi cerita itulah yang terjadi pada diri Khoirul Anwar, dosen sekaligus peneliti asal Indonesia yang bekerja di laboratoriom Information Theory and Signal Processing, Japan Advanced Institute of Science and Technology, di Jepang.

Saat terdesak karena harus mengajukan tema penelitian untuk mendapatkan dana riset, Khoirul memeras otaknya. Akhirnya ide itu muncul juga dari Dragon Ball Z, film animasi Jepang yang kerap ia tonton.

Ketika Goku, tokoh utama Dragon Ball Z, hendak melayangkan jurus terdahsyatnya, 'Genki Dama' alias Spirit Ball, Goku akan menyerap semua energi mahluk hidup di alam, sehingga menghasilkan tenaga yang luar biasa.

"Konsep itu saya turunkan formula matematikanya untuk diterapkan pada penelitian saya," kata Khoirul, kepada VIVAnews melalui surat elektroniknya, Jumat 13 Agustus 2010.

Maka inspirasi itu kini mewujud menjadi sebuah paper bertajuk "A Simple Turbo Equalization for Single Carrier Block Transmission without Guard Interval."

Khoirul memisalkan jurus Spirit Ball Goku sebagai Turbo Equalizer (dekoder turbo) yang mampu mengumpulkan seluruh energi dari blok transmisi yang ter-delay, maupun blok transmisi terdahulu, untuk melenyapkan distorsi data akibat interferensi gelombang.

Asisten Profesor berusia 31 tahun itu dapat mematahkan anggapan yang awalnya 'tak mungkin' di dunia telekomunikasi. Kini sebuah sinyal yang dikirimkan secara nirkabel, tak perlu lagi diperisai oleh guard interval (GI) untuk menjaganya kebal terhadap delay, pantulan, dan interferensi. Turbo equalizer-lah yang akan membatalkan interferensi sehingga receiver bisa menerima sinyal tanpa distorsi.

Dengan mengenyahkan GI, dan memanfaatkan dekoder turbo, secara teoritis malah bisa menghilangkan rugi daya transmisi karena tak perlu mengirimkan daya untuk GI. Hilangnya GI juga bisa diisi oleh parity bits yang bisa digunakan untuk memperbaiki kesalahan akibat distorsi (error correction coding).

"GI sebenarnya adalah sesuatu yang ‘tidak berguna’ di receiver selain hanya untuk menjadi pembatas. Jadi mengirimkan power untuk sesuatu yang ‘tidak berguna’ adalah sia-sia," kata Khoirul.

Gagasan ini sendiri, dikerjakan Khoirul bersama Tadashi Matsumoto, profesor utama di laboratorium tempat Khoirul bekerja. Saat itu ia dan Tadashi hendak mengajukan proyek ke Kinki Mobile Wireless Center.

Setelah menurunkan formula matematikanya secara konkrit, Khoirul meminta rekannya Hui Zhou, untuk membuat programnya.

Metode ini bisa dibilang mampu memecahkan problem transmisi nirkabel. Apalagi ia bisa diterapkan pada hampir semua sistem telekomunikasi, termasuk GSM (2G), CDMA (3G), dan cocok untuk diterapkan pada sistem 4G yang membutuhkan kinerja tinggi dengan tingkat kompleksitas rendah.

Ia juga bisa diterapkan Indonesia, terlebih di kota besar yang punya banyak gedung pencakar langit, maupun di daerah pegunungan. Sebab di daerah tadi biasanya gelombang yang ditransmisikan mengalami pantulan dan delay lebih panjang.

Tak heran bila temuan ini membesut penghargaan Best Paper untuk kategori Young Scientist pada Institute of Electrical and Electronics Engineers Vehicular Technology Conference (IEEE VTC) 2010-Spring yang digelar 16-19 Mei 2010, di Taiwan.

Kini hasil temuan yang telah dipatenkan itu digunakan oleh sebuah perusahaan elektronik besar asal Jepang. Bahkan teknologi ini juga tengah dijajaki oleh raksasa telekomunikasi China, Huawei Technology.

***

Ini bukan sukses pertama bagi Khoirul. Pada 2006, pria asal Kediri, Jawa Timur itu juga telah menemukan cara mengurangi daya transmisi pada sistem multicarrier seperti Orthogonal frequency-division multiplexing (OFDM) dan Multi-carrier code division multiple access (MC-CDMA).

Caranya yaitu dengan memperkenalkan spreading code menggunakan Fast Fourier Transform sehingga kompleksitasnya menjadi sangat rendah. Dengan metode ini ia bisa mengurangi fluktuasi daya. Maka peralatan telekomunikasi yang digunakan tidak perlu menyediakan cadangan untuk daya yang tinggi.

Belakangan, temuan ini ia patenkan. Teknik ini telah dipakai oleh perusahaan satelit Jepang. Dan yang juga membuatnya membuatnya kaget, sistem 4G ternyata sangat mirip dengan temuan yang ia patenkan itu.

Namun, putra dari pasangan (almarhum) Sudjianto dengan Siti Patmi itu, tak pernah lupa dengan asalnya. Hasil royalti paten pertamanya itu ia berikan untuk ibunya yang kini hidup bertani di Kediri. "Ini adalah sebagai bentuk penghargaan saya kepada orang tua, terutama Ibu," katanya.

Ayah Khoirul meninggal karena sakit, saat ia baru lulus SD pada 1990. Ibunyalah kemudian berusaha keras menyekolahkannya, walaupun kedua orang tuanya tidak ada yang lulus SD.

Sejak kecil, Khoirul hidup dalam kemiskinan. Tapi ada saja jalan baginya untuk terus menuntut ilmu. Misalkan, ketika melanjutkan SMA di Kediri, tiba-tiba ada orang yang menawarkan kos gratis untuknya.

Saat ia meneruskan kuliah di ITB Bandung, selama 4 tahun ia selalu mendapatkan beasiswa. "Orang tua saya tidak perlu mengirimkan uang lagi," kata Khoirul mengenang masa lalunya. Otaknya yang moncer terus membawa Khoirul ke pendidikan yang tinggi.

Ia mendapatkan beasiswa S2 dari Panasonic, dan selanjutnya beasiswa S3 dari perusahaan Jepang. "Alhamdulillah, meski saya bukan dari keluarga kaya, tetap bisa sekolah sampai S3. Saya mengucapkan terima kasih yang tulus kepada semua pemberi beasiswa." katanya.

***

Sukses di negeri orang tak membuatnya lupa dengan tanah kelahiran. "Suatu saat saya juga akan tetap pulang ke Indonesia. Setelah meraih ilmu yang banyak di luar negeri," kata Khoirul.

Di luar kehidupannya sebagai seorang periset, Khoirul juga mengajar dan membimbing mahasiswa master dan doktor. Kedalaman pengetahuan agama pria yang sempat menjadi takmir masjid di SMA-nya itu, juga membawanya sering didaulat memberi ceramah agama di Jepang, bahkan menjadi Khatib shalat Iedul Fitri.

Tak hanya itu, Khoirul juga kerap diundang memberikan kuliah kebudayaan Indonesia. "Keberadaaan kita di luar negeri tak berarti kita tidak cinta Indonesia, tapi justru kita sebagai duta Indonesia," kata dia.

Selama mengajar kebudayaan Indonesia, ia banyak mendengar berbagai komentar tentang tanah airnya. Ada yang memuji Indonesia, tentu, ada pula yang menghujat. Untuk yang terakhir itu, ia biasanya menjawab dalam bahasa Jepang: Indonesia ha mada ganbatteimasu (Indonesia sedang berusaha dan berjuang).

***

Kini, Khoirul tinggal di Nomi, Ishikawa, tak jauh dari tempat kerjanya, bersama istrinya, Sri Yayu Indriyani, dan tiga putra tercintanya. "Semua anak saya memenuhi formula deret aritmatika dengan beda 1.5 tahun," Khoirul menjelaskan.

Yang paling besar lahir di Kawasaki, Yokohama, berusia 7 tahun. Yang kedua lahir di Nara berusia 5,5 tahun, dan ketiga juga lahir di Nara, kini berusia 4 tahun. Ia tak sependapat dengan beberapa rekan Jepangnya, yang mengatakan kehadiran keluarga justru akan mengganggu risetnya.

Baginya keluarga banyak memberikan inspirasi dalam menemukan ide-ide baru. "Belakangan ini saya berhasil menemukan teknik baru dan sangat efisien untuk wireless network saat bermain dengan anak-anak," katanya.

Malahan, Khoirul sering mengajak anak-anaknya melakukan riset kecil-kecilan di rumahnya. Bersama anak-anaknya pula, Khoirul sering menyempatkan waktu menonton bersama, terutama film animasi kegemarannya: Dragon Ball Z, Kungfu Panda, Gibli, atau Detektif Conan.

"Film animasi mengajarkan anak kita nilai yang harus kita pahami dalam kehidupan," kata Khoirul. Film animasi Gibli, misalnya, banyak bercerita bagaimana seharusnya manusia bisa bersahabat dengan alam, tidak merusaknya, serta mencintai mahluk hidup.

Bahkan ide dan semangat baru terkadang muncul dari menonton film. Misalnya nilai kehidupan yang dia petik dari film Kungfu Panda: 'There is no secret ingredient, just believe'. "Nilai ini saya artikan bahwa tidak ada rahasia sukses, percayalah bahwa apapun yang kita kerjakan bisa membuat kita sukses." kata Khoirul.(np)

- VIVAnews

Wednesday, July 28, 2010

Wanita, Racun Dunia

Wanita, racun dunia. Mungkin seperti judul lagu yg biasa dinyanyikan Changcuters. Rasanya ga aneh, obrolan tentang wanita sering menjadi obrolan yang paling menarik, khususnya buat kaum Adam. Emang kynya para cowok yg gemar wanita banyak pengalaman. Apalagi yang sering patah hati. Wanita itu racun dunia, ngerusak konsentrasi. Keindahannya membuat kita terpana, terpesona, tak berkata-kata. Akhirnya hilanglah kesadaran diri kita. Mereka seperti mariyuana yang memabukkan dengan hanya memandangnya.

Tahu gitu, curi-curi pandang masih juga jadi kebiasaan. Kenapa kita bisa memandang wanita? seakan sulit sekali untuk tidak memandangnya barang sekejap saja. Beberapa probabilitas muncul, mungkin ada keinginan membandingkan, mencari yg terbaik, dari sekian banyak wanita. Manusiawi. Kenapa? Karena kita kadang ga yakin akan takdir jodoh yg telah Allah tentukan. Akhirnya, qt melihat-lihat fenomena yg ada dsekeliling qt, yaitu keindahan wanita. Dg alasan mempelajari perilaku manusia, tp trnyata hal itu hanya kedok belaka. Qt lupa dengan misi utama kita, niat hanyalah sekedar niat, semakin lama wisata pandangan berlangsung kita semakin menyelami keindahannya. Lalu dimana ujungnya? Tidak ada !! Perjalanan wisata itu akan terus berlangsung, kadang berhenti karena tersadar, tapi hanya sesaat, lalu perjalanan dilanjutkan lebih jauh tanpa sadar ujung perjalanan. Semakin lama hati kita semakin rusak, karena semakin banyak mengenal wanita cantik. Dan ternyata tanpa disadari, wanita cantik itu ternyata tidak ada habisnya. Hari ini jelek, besok cantik. Yang cantik hari ini, besok tambah cantik. Dan begitu seterusnya ...

Pada akhirnya perjalanan kita terhenti di persimpangan yang disebut pernikahan. Inilah istriku yang paling cantik, katanya. Apa iya ? Lalu kemana wanita2 cantik yang sebelumnya pernah kita lihat, apa benar istri mu yang paling cantik diantara wanita2 lain yang pernah kamu liat selama hidup kamu? Ternyata tidak !!

Seiring waktu berjalan, kecantikan sang istri pun memudar. Pernikahan yang yang seakan diikat oleh kecantikan sang istri pun ikut memudar. Lalu apa yang tersisa!?

Kembali ke jaman sekarang. Disadari atau tidak, qt jd lebih menikmati brsama wanita, drpd brsama dg pria. Smkn muncul rasa ingin memiliki. Lalu pelajaran apa yg qt dapat hanya dg memandang wanita, hanya keindahan, yg semakin menggerogoti habis diri kita untuk bisa lebih mengenal diri sendiri. Lebih puas memahami dirinya daripada memahami kualitas diri sendiri. Kepuasan hati krn mncapai suatu kesuksesan termakan oleh kepuasan hati dg melihatnya. Prestasi apa yg qt dapat? Tidak ada !! Kita jd semakin kehilangan konsentrasi dg obrolan yang brlangsung. Karena sibuk mencari pemandangan2 yang lebih indah lainnya. Kita jadi semakin ngga nyambung saat ngobrol. Semakin lama semakin dijauhi dalam pergaulan, itulah dampak dari dosa yang kita buat sendiri. Yakinlah dengan apa yang akan Allah berikan nanti. Karena Allah pasti memberi jika sudah waktunya nanti. Jangan cemas dan jangan kawatir. Kembalilah ke jalan hidupmu, dan laksanakan tugasmu untuk mencapai kesempurnaan diri. InsyaAllah, akan diberikan-Nya yang terbaik atas kesabaranmu.

By : Webhead

Proses dan Tanda Kematian Manusia


Kamis, 18/03/2010 18:20 WIB

Ilustrasi (Foto: savagephotography)

Jakarta, Kematian adalah suatu proses akhir kehidupan yang dialami semua makhluk hidup hanya saja waktunya berbeda-beda. Seperti apa proses kematian yang nantinya akan dialami oleh setiap makhluk hidup?

Tidak mudah memang memprediksikan secara tepat kapan seseorang akan meninggal. Kematian itu sendiri bisa disebabkan sakit, kecelakaan atau sebab lainnya.

Pada kondisi normal seperti orang sakit biasanya seseorang akan menunjukkan gejala yang mengindikasikan bahwa hidupnya akan segera berakhir beberapa minggu lagi seperti dikutip dari Mayoclinic, Kamis (18/3/2010) yaitu:

1. Merasa gelisah. Seseorang akan merasa tidak tenang serta sulit tidur, selain itu dia akan seringkali mengganti posisi saat tidur karena perasaan gelisah.
2. Menarik diri. Seseorang tidak ingin lagi terlibat dalam aktifitas sosial ataupun melakukan kegiatan favoritnya.
3. Sering mengantuk. Seseorang akan menghabiskan lebih banyak waktunya untuk tidur.
4. Kehilangan nafsu makan. Seseorang hanya akan makan dan minum dalam jumlah sedikit dan berbeda dari biasanya.
5. Mengalami jeda saat bernapas. Hal ini biasanya terjadi saat seseorang sedang tidur ataupun terjaga.
6. Luka yang sulit sembuh. Luka atau infeksi yang dialami mengalami kesulitan untuk disembuhkan.
7. Pembengkakan. Pada beberapa orang terjadi pembengkakan di daerah tangan, kaki atau bagian tubuh lain.


Proses sekarat mulai terjadi ketika tubuh tidak bisa mendapatkan asupan oksigen yang diperlukan untuk bisa bertahan hidup. Sel yang berbeda akan memiliki kecepatan kematian yang berbeda pula, sehingga panjangnya proses seseorang sekarat tergantung pada sel-sel yang kekurangan oksigen ini.

Sedangkan otak memerlukan oksigen dalam jumlah yang besar dan hanya memiliki sedikit oksigen cadangan. Sehingga jika asupan oksigen berkurang maka akan mengakibatkan kematian sel dalam waktu 3-7 menit saja.

Beberapa tanda yang ditunjukkan oleh orang yang sekarat adalah lebih banyak tidur, hal ini untuk menghemat energi yang tinggal tersisa sedikit di tubuh. Ketika energi tersebut hilang, maka seseorang akan kehilangan nafsu untuk makan ataupun minum. Proses menelan pun menjadi sulit dan mulut akan sangat kering, sehingga memaksa orang yang sekarat untuk minum akan membuatnya tersedak.

Selain itu orang yang sekarat akan kehilangan kontrol pada kandung kemih dan ususnya, sehingga seringkali terlihat mengompol. Orang akan merasa bingung, gelisah dan tidak tenang karena tidak dapat bernapas dengan teratur. Ketika sel-sel di dalam tubuh mulai kehilangan sambungan, maka akan mengalami kejang otot.

Kematian akan semakin mendekat jika kaki dan tangan terasa dingin dan mulai sedikit membiru akibat terhentinya aliran darah ke daerah tersebut. Tapi lama-kelamaan akan semakin menyebar ke bagian tubuh atas seperti lengan, bibir dan kuku. Selain itu orang menjadi tidak responsif, meskipun matanya terbuka tapi memiliki tatapan mata kosong atau tidak melihat sekelilingnya.

Setelah itu pernapasan akan terhenti sama sekali dan diikuti oleh berhentinya kerja jantung, maka secara klinis orang tersebut sudah mati karena tidak ada sirkulasi dan cadangan oksigen untuk bisa mencapai sel-sel di tubuh. Namun kematian klinis bisa dikembalikan melalui proses CPR (napas bantuan), transfusi atau ventilator. Tapi jika 4-6 menit setelah kematian klinis tidak ada perubahan, maka itu artinya jantung sudah tidak bisa bekerja lagi.

Karena jantung sudah tidak bekerja, maka secara otomatis aliran darah dan oksigen ke seluruh tubuh dan otak juga akan terhenti. Akibat tidak adanya asupan oksigen dan darah ke otak, maka dalam hitungan beberapa detik otak juga akan mati dan disitulah akhir dari perjalanan hidup seorang manusia.

Sumber : Vera Farah Bararah - detikHealth

Koalisi dengan PDS, PKS Dicemooh

Indikasi sikap kader dan simpatisan yang cenderung Golput pada Pilwali Surabaya.

Senin, 15 Maret 2010, 14:34 WIB
Arfi Bambani Amri



SURABAYA POST - Sikap politik Partai Keadilan Sejahtara (PKS) yang memutuskan berkoalisi dengan Partai Damai Sejahtera (PDS) dalam pemilihan kepala daerah Surabaya mengundang cemooh. Banyak yang kaget PKS mengusung pasangan calon Walikota dan calon Wakil Walikota Fandi Utomo-Julius Bustom.

Sindiran dan cemooh ini juga datang dari kader maupun simpatisan partai. Itu setidaknya terlihat saat deklarasi Gerakan Hati Indonesia (HGI) yang digelar Yulyani, mantan calon Walikota dari PKS di Hotel Inna Simpang, Minggu 14 Maret 2010. Banyak di antara tokoh masyarakat, simpatisan dan kader PKS yang hadir, tertawa dengan berbagai sindiran atas sikap politik PKS.

Pakar Hukum Lingkungan Unair Dr Suparto Wijoyo saat didapuk berbicara di hadapan peserta launching GHI, terang-terangan menyindir PKS. “Kalau mengucap salam di hadapan warga PKS sekarang tidak hanya Assalammualaikum saja, tapi harus pakai salam damai sejahtera,” ujarnya, yang langsung disambut ger-geran mareka yang hadir pada acara lounching HGI itu.

Mereka mengaitkan ucapan Suparto Widjoyo dengan keputusan PKS berkoalisi dengan PDS mengusung Fandi Utomo berpasangan dengan Julius, daripada kadernya sendiri, Yulyani. Tidak lama kemudian, Suparto menambahkan, meski demikian sebaiknya para kader maupun simpatisan PKS dan warga kota hadir di tempat pemungutan suara (TPS).

Tapi karena Yulyani tidak batal menjadi cawawali, sebaik kedatangan warga ke TPS dianggap sebagai ibadah guna menyumbangkan suaranya. “Karena ibadah sebaiknya yang dicoblos tidak hanya salah satu dari pasangan cawali-cawawali, tapi coblosannya disamaratakan. Ya, semuanya dicoblos,” ujarnya yang kembali disambut tawa dan tepuk tangan para undangan.

Sementara itu, Yulyani mengatakan, tidak ada sakit hati atas tidak terpilihnya sebagai cawawali PKS. Bahkan, dia mengucapkan banyak terima kasih karena tidak terpilih.

Dia juga tidak akan patah semangat menyalurkan aspirasinya dalam membangun Kota Surabaya. Ini ditunjukkan dengan mendeklarsikan Gerakan Hati Indonesia (GHI) yang bergerak di bidang sosial yang arahnya untuk kemaslahatan masyarakat.

”Ini bukan gerakan sakit hati, lho. Ini adalah bagian dari dream (mimpi) saya yang sudah lama saya pendam. Karena sudah dua tahun saya rancang dan akhirnya baru kali ini saya bisa merealisasikannya,” ujar Yulyani.

Namun Yulyani juga tak menyangkal merasa kecewa dengan keputusan PKS yang tidak mempercayai dirinya maju di bursa pilwali Surabaya. Karena selama dirinya diminta maju dalam bursa cawwaali dari PKS, berkomitmen menjalankan semua perintah partai.

Yulyani mengaku telah mengorbankan segala aktivitasnya di dunia bisnis, keluarga dan sosial hanya untuk mengikuti apa yang menjadi komitmen partai. ”Mungkin ini ini bagian dari skenario yang di atas (Allah SWT,--red), sehingga saya bisa mendirikan GHI,” tuturnya.

Sementara itu, Akhmad Suyanto mantan ketua tim sukses Yulyani dan Ketua Badan Pemilu (bapilu) PKS mengatakan, tidak bisa berbuat apa-apa dengan hasil keputusan partainya. “Ini adalah realita yang harus kami terima,” katanya.

Seperti diketahui, meski dari awal menggadang-gadang Yulyani, namun putusan akhir PKS adalah mengusung cawali Fandi Utomo, kader Demokrat. Untuk memenuhi syarat pendaftaran, PKS berkoalisi dengan PDS yang mengusung Yulius Bustomi, sebagai cawawali yang juga didukung PPP dan PKNU.

Laporan Purnomo Siswanto

Sumber : vivanews

Kembar Siam Kediri : Posisi Bayi Dempet di Perut dengan Usus Terburai


Sabtu, 08/03/2008 19:14 WIB

Kediri - Bayi kembar siam dempet perut yang lahir di RS Amelia Pare, Sabtu (8/3/2008) siang kondisinya begitu memprihatinkan. Meski masing-masing bayi memiliki organ jantung, namun organ pencernaannya tampak terburai keluar.

Dari pengamatan detiksurabaya.com, hingga sore ini pihak RS Amelia masih berusaha keras untuk menstabilkan kondisi bayi yang saat lahir sempat drop akibat suhu badannya yang rendah.

"Sesuai saran dari RSU Dr Soetomo yang telah kami hubungi, selama bayi ini belum bisa dibawa ke Surabaya, maka kami diperintahkan untuk menstabilkan kondisinya," kata Ratriatmaja, Direktur RS Amelia dalam jumpa pers di lobi RS Amelia, Pare, Kediri, Sabtu (8/3/2008).

Ratriatmaja menjelaskan, penstabilan ini dilakukan agar kondisi bayi tidak kembali drop seperti saat dilahirkan. selain itu, pihak RSU Dr Soetomo dalam pesannya juga mengatakan, perujukan bayi ke Surabaya diharapkan dapat menolong bayi dari kemungkinan terburuk, jadi saat dalam perjalanan ke Surabaya nantinya harus dalam kondisi prima.

Usaha penstabilan kondisi bayi kembar siam dempet perut ini menurut Ratriatmaja dilakukan oleh 3 dokter yang menanganinya, yaitu dokter spesialis anak dr Ahmad Chafid, dokter kandungan dr Sutoko dan dokter ahli anestesi dr Gatot Rahardjo.

Penstabilan kondisi bayi ini diantaranya dilakukan dengan menjaga suhu badan bayi agar selalu dalam kondisi stabil, yaitu berkisar antara 36,6-37,5 derajat celsius. Selain itu penstabilan juga dilakukan dengan memasang selang oksigen dan pemberian infus.

Sementara itu, salah satu dokter yang menangani bayi kembar siam, yaitu dr Ahmad Chafid mengatakan, dari hasil pemeriksaan terakhir pada pukul 17.00 WIB, catatan kesehatan menunjukkan peningkatan yang cukup baik.

Rate nafas berada pada angka 40:40, detak jantung 152 kali per menit, dan suhu badannya meningkat menjadi 37,5 derajat celsius, setelah sebelumnya sempat drop pada posisi 36,3 derajat celsius.

"Bisa dikatakan sekarang kondisinya mulai membaik. Semoga dan mari kita berdoa bersama-sama agar bayi ini bisa diselamatkan," kata Ahmad Chafid.

Dia juga menambahkan, dari pemeriksaan awal masing-masing bayi memiliki organ jantung. Hal ini diketahui setelah irama detak jantung masing-masing bayi dapat dirasakan.

Namun ada satu hal yang dikhawatirkan tim dokter dari bayi kembar siam dempet perut tersebut, yaitu keluarnya organ pencernaan bayi, yaitu usus.

Kekhawatiran muncul karena apabila organ tersebut pecah, maka kemungkinan terburuk bisa saja terjadi. Selain itu kondisi bayi yang baru lahir ini juga rentan terserang bakteri.

"Intinya kami masih terus berusaha menstabilkan kondisinya. Mengenai organ ususnya yang keluar, semoga saja bisa tetap terjaga dari kemungkinan terburuk," imbuh dr Ahmad Chafid.

dr Ahmad Chafid menambahkan, satu hal yang melegakan tim doketer adalah sore tadi kadua bayi sudah bisa mengeluarkan kotoran lewat anusnya, sehingga meski organ ususnya keluar berarti masih bisa bekerja secara normal.

Foto: Bayi kembar siam dempet dada dan perut/Samsul Hadi (bdh/bdh)

Sumber : Samsul Hadi - detikSurabaya

Jumlah Korban Gempa Turki Bertambah Jadi 57 Orang

Senin, 08/03/2010 22:40 WIB

Okcular - Gempa berkekuatan 6.0 Skala Richter (SR) yang mengguncang kawasan Turki telah merenggut korban jiwa hingga 57 orang. Angka ini terus bertambah seiring dengan proses evakuasi yang terus berjalan.

Seperti dilansir AFP, Senin (8/3/2010), tim SAR setempat masih melakukan penyelamatan terhadap para korban yang masih tertimbun bangunan. Beberapa korban sulit dievakuasi karena saat kejadian masih tertidur lelap.

Di antara korban yang tewas adalah anak-anak. Jumlahnya ada 4 orang, sementara 9 anak lain dalam kondisi kritis.

"Saat semuanya mulai bergetar pelan-pelan. Lalu berlanjut keras. Saya sangat takut dam mulai menangis," kata Zeynap Yuksel, salah seorang remaja yang desanya mengalami kondisi paling parah akibat gempa.

Selain korban jiwa, gempa juga mengakibatkan sejumlah bangunan umum runtuh. Tercatat 3 masjid di wilayah itu rusak dan tidak dapat dipergunakan.

Gempa tersebut melanda Elazig pada pukul 04.32 waktu setempat. Saat guncangan terjadi, kepanikan dan ketakutan tampak terlihat dari warga yang berhamburan ke jalan. (mad/nvc)

Sumber : Rachmadin Ismail - detikNews

Memberi Untuk Tetap Berkarya

Banyak memberi, maka akan lebih banyak menerima. Belakangan saya belajar banyak hal dari seorang teman. Dia banyak sekali berbagi hal-hal positif seperti kata mutiara dan kata-kata nasihat beraliran religius dalam suatu situs jejaring sosial. Secara teori, memang akan sangat baik jika kita melakukannya dengan sepenuh hati. Ingin orang lebih baik dari diri kita. Tapi di zaman sekarang, apa itu mungkin!? Dimana individualisme di junjung tinggi. Untuk bisa meraih apa yang diinginkan, setiap orang bisa menghalalkan berbagai cara termasuk menyingkirkan orang lain dari jalannya.

Awalnya saya merasa sikapnya itu terlalu berlebihan dan hanya ingin cari perhatian orang lain. Suatu saat saya mengalami kehilangan motivasi, kehilangan arah dan tujuan. Hampir dua hari belakangan ini saya tidak memanfaatkan waktu luang yang ada untuk meningkatkan kualitas diri. Entahlah, yang saya lakukan malah menonton TV, tidur-tiduran, makan, walaupun tidak lapar. Pada intinya spending some time with a bunch of trash activity.

Ketika itu, saya lihat situs jejaring sosial, facebook dan ngeliat wall teman saya itu. Ternyata saat itu ia lagi semangat, kemudian secara iseng, saya coba minta ijin via inbox di facebook untuk bisa menampilkan hasil tulisannya yang berjudul “atom, senyawa dan pernikahan” di blog yang saya buat. Jawabannya cukup membuat saya merenung “Haha ... kok harus minta ijin dulu sih, itu juga tulisan kamu toh Dit ... Ayo Dit, kita sebarkan kebaikan lebih banyak lagi !!”

Sejenak saya terdiam, berpikir, semangat sekali dirinya untuk mau menebarkan tulisan-tulisan yang bermanfaat buat orang lain. Mungkin ia sudah merasakan betul manfaatnya. Manfaat dari berbagi !?

Dari situ saya jadi teringat, kata-kata seorang bijak dulu, ilmu yang paling bermanfaat adalah ilmu yang diamalkan. Karena ilmu baru disebut ilmu, kalau sudah teramalkan, dan orang lain merasakan manfaatnya. Profesi yang paling mulia adalah seorang guru. Memberikan ilmunya hingga anak didiknya menggapai cita-citanya. Sebuah kepuasan tersendiri melihat ilmu yang diberikan dengan tulus hati bisa membuat anak didiknya lulus, lalu melanjutkan sekolah untuk berjuang mengejar impiannya.

Ilmu yang diberikannya tidak akan pernah berkurang, malah akan semakin tajam seperti pisau. Semakin diasah, akan semakin terasa manfaatnya. Seperti halnya shodaqoh, dalam pandangan Allah, uang yang kita berikan adalah sebuah investasi, tidak akan pernah hilang, malah akan semakin bertambah berkali-kali lipat. Jika kita memberikannya dengan ikhlas, tulus hati, hanya untuk melaksanakan kewajiban kita sebagai Hamba Allah dan mengikuti suri tauladan kita Rosulullah. Seharusnya dari situ otak kita bukan ditargetkan untuk sebuah materi, tapi setting otak kita seharusnya berubah demi menjadikan umat lebih baik, menggapai kesejateraan bersama sebagaimana yang Allah janjikan terhadap Islam (Rahmatan Lil ‘alamin).

Banyak orang yang tahu kebaikan dan kebenaran lebih baik daripada hanya sendiri. Pada akhirnya kita pun akan mati, maka saat itu ilmu yang kita miliki sama sekali tidak ada arti. Ilmu itu untuk dunia, bukan untuk dibawa mati. Hilanglah ilmu yang kita miliki bersama dengan masuknya diri kita ke liang kubur. Lalu apa yang kita bawa ke liang kubur? Pahala, amal kebaikan dari ilmu yang kita miliki selama di dunia. Lalu berapa orang yang merasakan manfaat dari ilmu dunia yang kita miliki?

Nah, mulai sekarang otak kita seharusnya mulai berpikir, apa yang hari ini bisa saya berikan kepada orang lain? Semoga kita bisa bersama-sama membangun masyarakat yang lebih baik. Kita adalah pengaruh dari lingkungan kita. Karena itu, seharusnya diri ini bisa terdorong untuk bisa terus berkarya dan terus berkarya agar bisa memberikan yang lebih baik dan lebih banyak kepada orang lain, membangun peradaban dalam tali kebenaran Allah. Dan khususnya agar kita bisa membuktikan ... Inilah Islam !!

Thanks for the inspiration,

Time will tell ... :)

Written by : Webhead

Facebook, Antara Manfaat dan Kemerosotan


Media informasi semakin kini semakin merebak. Teknologi yang mendukungnya membuat perkembangan zaman semakin cepat. Banyak orang merasa terbantu dengan kemunculan teknologi yang terus berkembang ini, salah satunya internet. Aliran informasi pun jadi semakin cepat penyebarannya. Bukan hanya informasi lokal saja tapi informasi mancanegara pun dapat diperoleh hanya dengan sekejap mata. Tidak hanya itu, dengan internet mendapatkan teman seorang “bule” yang dulunya hanya ada dalam angan-angan kini hal itu menjadi sangat mungkin.

Salah satu karya dari seorang mahasiswa Universitas Harvard, Mark Zuckerberg, dari dalam kamarnya, ternyata malah digunakan hampir 400 juta orang di penjuru dunia. Facebook, situs jejaring sosial yang menjadi besar karena sebuah keisengan. Kini manfaatnya sangat dirasakan oleh hampir setiap manusia di muka bumi. Setiap orang bisa mendapatkan teman-teman baru dengan mudahnya, bertemu teman-teman lama dan juga melihat teman-teman yang ditemui di dunia nyata yang kini muncul di dunia maya. Dengan hanya menulis kabar di wall, uneg-uneg, informasi, keluhan, bahkan sampai perasaan pun, secara instan setiap orang bisa langsung tahu. Memberikan komentar, pujian, salut, obrolan hingga cacian dan makian secara instan seperti layaknya bertatap muka langsung secara instan di dunia maya, semua dilakukan serba praktis, mudah dan cepat. Facebook itu jelas memberikan manfaat bagi setiap orang. Seakan tanpa efek negatif, tapi apa benar?

Hingga kini, hampir 6 tahun sudah facebook digunakan, belakangan muncul orang-orang yang mengidap kecanduan facebook. Home page nya dialamatkan ke facebook. Dalam sehari, tidak ada waktu yang ia lewatkan untuk sesekali membuka facebook. Pertama kali yang dilakukan adalah membuka home page facebooknya, dimana tertera kabar dari teman-temannya, setelah itu wall-nya sendiri, melihat komentar-komentar dari temannya akan status yang ia buat. Lalu sesekali ketawa-ketiwi sendiri tanpa sadar, lalu mengomentari balik. Kemudian mulai membuka wall teman2nya, dan yang pertama kali di buka tentu saja teman spesialnya. Mungkin sudah jadi kewajiban jika facebook dibuka, ia harus tahu kabar terbaru dari teman spesialnya itu. Karena ini yang seringkali membuatnya cengar-cengir sendiri, kesel, iri, bingung, mikir, merenung atau bahkan sedih sendiri kaya orang gila. Setelah itu dilaksanakan, barulah membuka wall dari teman2nya atau mungkin kalau ada teman baru yang nge-add, berkunjung dulu ke wall teman barunya itu, sekalian melihat foto2nya. Di sela2 itu terkadang notification menyembul, tanda temannya mengomentari sesuatu atau mungkin pesan datang. Dan seterusnya dan seterusnya ...

Begitulah mungkin kejadian sederhana yang terjadi di dalam facebook (facebook inside). Perasaan seringkali bercampur di dalamnya, sehingga tanpa terasa waktu pun seakan berlalu dengan sangat cepat. Waktu yang rencananya di pakai cuma sebentar untuk menengok facebook, tapi ternyata habis berjam-jam. Dan kejadian itu berlangsung setiap hari, akhirnya tanpa sadar kita kehilangan kontrol atas pemanfaatan waktu kita sendiri. Lebih banyak menetapi dunia maya, lebih sering meninggalkan dunia nyata. Walaupun banyak manfaat dari berselancar di dunia maya, tapi seringkali hanya sedikit yang dipetik. Mungkin karena penggunanya tidak bisa mengoptimalkan manfaat dari dunia maya. Pergolakan perasaan yang membuat penggunanya terlena. Mereka rela menghabiskan waktu berjam-jam untuk saling melontarkan tulisan demi tulisan, saling berkomentar hingga kehilangan kontrol diri, lupa diri, lupa visi dan misi diri. Pada akhirnya masyarakat pun akan tetap berada dalam kondisi terjajah.

Dalam islam, apapun yang diciptakan manusia hukumnya mubah. Artinya bisa membawa manfaat, bisa juga membawa keburukan. Tergantung pada penggunaannya. Contohnya hp, hp akan bermanfaat jika digunakan untuk saling bertukar informasi secara efektif, tapi jika setelah itu muncul diskusi/ chat kesana kemari tanpa tujuan, membuai dan seakan menghipnotis agar kita tetap dalam diskusi itu, hukumnya bukan lagi bermanfaat, tapi jadi pemborosan. Dan itu adalah ciri dari mu’min yang fasik (rusak). Dunia tidak akan pernah menjadi baik jika dipimpin oleh orang-orang yang fasik, walaupun dirinya seorang mu’min.

Sedikit belajar dari budaya negeri sakura, dengan etos kerja, disiplin yang tinggi, khususnya dalam hal waktu. Kontrol diri terhadap penggunaan suatu materi yang baik, mungkin salah satunya facebook. Karena menurut data, hanya sedikit saja orang Jepang yang punya account facebook. Selain karena faktor bahasa, ini juga disebabkan mungkin karena mereka telah memiliki orientasi hidup sendiri. Orientasinya kepada dunianya. Orientasi untuk membangun peradaban dari keterbatasan sumber daya alam dan wilayahnya. Beda dengan Indonesia, dengan sumber daya alam yang tinggi dan wilayah yang luas, mendidik penghuninya agar langsung menikmati kekayaan yang ada tanpa perlu ada usaha untuk memberdayakan sumber daya alam nya demi kesejahteraan bersama yang mandiri. Hmm ... salah satu dampaknya mungkin terlihat dari penggunaan facebook. Kedua terbesar di dunia, hebat, negara berkembang yang mengalahkan negara maju lainnya dalam hal penggunaan facebook.

Walaupun penghuninya adalah mayoritas mu’min, tapi mu’min yang lebih mementingkan tubuhnya sendiri. Tanpa menjadikan mu’min lain sebagai bagian dari penegak bangunan islam agar kokoh. Makna islam yang membawa kesejahteraan bagi umat manusia, belakangan berubah jadi islam sebagai pembawa kesejahteraan bagi diri sendiri. Efeknya, negeri mayoritas islam tapi seakan kesejahteraan yang dijanjikan dalam islam tak kunjung datang. Fakta yang ada mungkin tak perlu diceritakan. Beberapa mu’min yang tanpa kekurangan, lupa akan dirinya yang telah Allah lebihkan kemampuannya dari mu’min lain, untuk bisa menjadikan islam sebagai Rahmatan Lil ‘alamin (Rahmat bagi semesta alam).

“Target hidup yang paling penting adalah sejahtera diri” Mungkin itu yang sering terbersit dalam hati, tanpa terungkap lisan. Seseorang yang mengaku dirinya islam. Padahal banyak PR bagi seorang mu’min untuk bisa mewujudkan makna islam sesungguhnya yang notabene agamanya sendiri. Tapi kenyataan sekarang, islam dibuatnya sangat dangkal dengan cara berlebihan dalam menggunakan fasilitas hingga habis waktunya dan dirinya lupa terhadap islam. Apakah seperti itu pembelaan seorang mu’min untuk akheratnya ?

Wallohu’alam

Semoga jadi bahan perenungan.

Antara Atom, Senyawa dan Pernikahan


Alam semesta dengan dimensi yang luasnya tak terjangkau pemahaman manusia, berfungsi pada keseimbangan yang sensitif tanpa pernah gagal. Alam semesta dan bahan penyusunnya yaitu atom, yang sebelumnya tidak ada menjadi ada segera setelah peristiwa Big Bang, dapat terbentuk berkat keseimbangan yang telah diciptakan oleh Allah. Allah Yang Maha Kuasa menciptakan bumi dan langit dengan keteraturan yang terencana dan sudah demikian sejak awal pembentukannya, demikian halnya dengan penciptaan manusia. Segala yang terjadi pada kehidupan manusia sudah ditentukan Allah sejak dari awal penciptaannya.

Semua yang ada di sekitar kita termasuk diri kita sendiri tersusun oleh atom-atom, dan atom-atom ini tersusun dari banyak partikel yang akan membentuk suatu persenyawaan. Atom-atom terikat dalam senyawa akibat adanya suatu ikatan kimia yang ditentukan oleh gaya tarik elektromagnetik. Atom-atom berikatan guna mencapai kestabilannya.

Nah terus apa hubungannya antara atom, senyawa, dan pernikahan? Hmm bagi rekan-rekan dari kimia udah bisa nebak dong? hehehe. Mengapa saya tertarik untuk membahasnya? Karena masalah pernikahan tidak akan pernah menjadi topik yang bosan untuk dibicarakan dan kita memerlukan banyak ilmu untuk mempersiapkan suatu pernikahan.

Di atas kan sudah disinggung bahwa atom-atom dapat mencapai kestabilannya melalui pembentukan ikatan. Menikah merupakan satu bentuk yang menunjukkan telah terjadinya suatu ikatan. Dengan kata lain menikah ini dapat menjadi penstabil dari atom, biar dari atom yang terstabilkan itu melahirkan suatu persenyawaan, dan senyawa itu nantinya akan bermanfaat untuk digunakan oleh manusia. Pada akhirnya senyawa itu harus bisa memberikan pengabdian yang lebih baik lagi dari pada bapaknya yaitu si atom.

Nah demikian pula dengan menikah. Menikah adalah proses penggabungan 2 insan yang seharusnya dapat menjadikan masing-masing insan menjadi sosok yang lebih baik lagi. Di dalam pernikahan akan terjadi proses pendewasaan dan pemahaman terhadap pasangan, sehingga jelas setiap insan akan menjadi jauh lebih bijak dalam menyikapi pasangannya masing-masing. Perlu kita ketahui bahwa adanya sifat yang berbeda dari suatu atom dapat menyebabkan atom tersebut dapat berikatan membentuk suatu senyawa. Hal tersebut dapat kita analogikan sama dengan pernikahan. Di dalam pernikahan akan terjadi proses kerjasama diantara pasangan dalam mencari kecocokan dari sifat-sifat yang berbeda yang ada dari tiap pasangan.

Mmm lalu apakah kita sudah siap untuk menikah? Hanya masing-masing individu yang tahu bagaimana kesiapannya. Yang menjadi masalah mungkin waktu. Kapan waktunya? Siapa yang tepat buat kita? Karena hanya Allah yang tahu belahan jiwa yang terbaik buat kita. Coba kita lihat yuk Al-Quran surat An-Nissa ayat 1. Di sana Allah menjelaskan bahwa dua insan itu berasal dari satu, lalu Allah memisahkannya. Artinya, jodoh itu bagian dari diri kita. Ga akan jauh berbeda dengan kita. Klo kita baik, maka si jodoh pun akan baik. Begitu juga sebaliknya, klo kita rusak menurut Allah, maka memang jodoh kita nanti juga seperti itu. Nauzubillahimindzalik. Apa yang menurut kita baik, belum tentu baik menurut Allah. Jadi kita ga perlu memaksakan diri akan suatu pilihan yang menurut kita baik. Sabar dan sholat serta tetap memohon diberikan jalan yang terbaik mungkin itu yang perlu terus dilakukan. Nah sekarang ga akan pusing lagi dong buat mengetahui kaya gimana siyh jodoh kita. Klo pengen tau kaya gimana jodoh kita, maka kita cukup melihat aja dari kelakuan kita dalam pandangan Allah kaya gimana, betul ga?

Wa la taqrobuzzina, jangan sekali-kali mendekati zina! Hal itu yg bikin kita jadi ga sabar, alias ngebet. Wah gawat klo misal kita udah masuk dalam kategori yg di dasarkan sama hawa nafsu, alias ngebet. Beuh!! Pasti Allah langsung kasih tuh jodoh, hehehe. Jangan sampe kita tertipu hanya karena dia jago nyebutin akhi dan ukhti, ana antum atau apapun itu. Karena itu cuma terjemahan bahasa arab yang ga ada penilaiannya sama sekali dalam pandangan Allah. Lakukan ikhtiar semaksimal mungkin. Klo kita dah sadar akan siapa diri kita (seperti bagaimana siyh hawa nafsu kita, dosa kita, dan bagaimana cara mengendalikannya), maka kita akan mengenal Allah karena mukmin yang mengenal dirinya akan jauh lebih mengenal Allah. Makanya jangan pernah bosan untuk selalu meningkatkan kualitas diri kita menjadi jauh lebih baik lagi.

Yakinlah dengan semua ketentuan Allah. Ikhtiar semaksimal mungkin, berdo’a, bersabar dan ikhlas dengan ketentuanNya. Nikmat Allah sangat luas dan datang dari arah yang ga pernah kita duga. Lakukan semuanya hanya untuk beribadah kepada Allah, Insya Allah dengan demikian kita akan selalu mendapatkan cinta dan kasih sayangNya. Allah akan semakin memperhatikan kita dan meridhoi segala niatan baik kita. Amin Ya Robbal’alamin…

NB: Buat yang belum stabil, mari kita berjuang mencapai kestabilan kita tentunya dengan usaha yang ga main-main ya!hehehe. Buat yang sudah stabil, semoga dipanjangkan jodohnya. Serahkan semua urusan kita hanya pada Allah...

Sumber : YDI

Peringatan Dari Gempa Sumbar

Fenomena menarik terjadi belakangan ini. Peristiwa gempa yang terjadi di negeri Indonesia ini ternyata beberapa orang menghubungkannya waktunya dengan ayat-ayat suci Al-qur'an.

Gempa di Tasik, terjadi pada pukul 15:04

Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israel dalam kitab itu: "Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar." (8:52)

Gempa di Padang terjadi pada pukul 17:16

Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya menaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya. (17:16)

Gempa susulannya terjadi pada pukul 17:58

Tak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau Kami adzab (penduduknya) dengan adzab yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab (Lauhulmahfuz). (17:58)

Esok harinya, gempa di Jambi, terjadi pada pukul 8:52

(keadaan mereka) serupa dengan keadaan Fir'aun dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang yang sebelumnya. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah, maka Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosanya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Amat Keras siksaan-Nya. (8:52)

Saudara-saudara sebangsa kita yang terkubur hidup-hidup malah beberapa mencapai 30 meter di bawah tanah, sungguh sangat ironi. Apakah ini hanya sekedar bencana alam biasa ?? Atau sudah diatur dengan sengaja oleh Sang Pencipta ??

Apakah ini hanya sekedar ujian ? Atau mungkin adzab !?

Apakah yang menjadi dosa bangsa negeri sebenarnya, sehingga membuat Sang Maha Pencipta menurunkan adzab-adzab nya pada negeri indah ini !? Jika memang adzab, lantas dosa apa yang manusia perbuat selama ini, sehingga bisa turun ketetapan Allah seperti ini ??

Apakah masih kurang dari kami dalam menjalankan petunjuk-petunjuk Mu ? Atau mungkin kami salah dalam dalam menjalankan Qur'an - Mu ??

Wallahu'alam

Catatan :

Allah seakan memilih tempat dimana korban akan jatuh!?

A Big Dream, Are We Need It ?

Apa impian mu dalam hidup ini? Seperti itulah kata-kata yang seringkali terlontar dalam setiap seminar-seminar bertemakan Training Motivation atau yang diadakan Multi Level Marketing (MLM). Seringkali image MLM tu sendiri telah mengawali penanaman pemikiran negatif terhadap pertanyaan akan sebuah imjpian kepada seseorang tadi. Tapi apakah memang pertanyaan tersebut memang negatif? Adakah positifnya?

Jelas positifnya bukan hanya ada, tapi sangat besar. Impian, dream atau hope, menjadi kunci akan usaha dan kerja keras yang kita upayakan . Seberapa bsar usaha kita? Seberapa keras upaya kita? Dan seberapa tekun diri kita dalam menggapai dream itu sendiri?

Impian bukanlah mimpi, itu yang teman saya katakan. Perbedaannya apa? Mimpi, sesuatu yang dibayangkan dan diharapkan, tapi semuanya itu hanya ada dalam pikiran semata. Sedangkan impian, bayangan pemikiran yang sangat kita harapkan dan memang memunculkan usaha konkrit untuk menggapai impian itu.

Namun hal yang seringkali membuat kita gagal dalam menggapai impian, bisa jadi disebabkan gara-gara bayangan impian yang kita miliki tidak jelas, terlalu melambung tinggi, karena sangat jauh dari kondisi realistis keadaan kita saat itu. Mungkin juga dikarenakan impian yang kita inginkan itu targetannya terlalu kecil, sehingga ambisi untuk menggapainya pun sangat kecil, kadang ada tapi seringkali hilang. Atau mungkin bisa jadi karena kita tidak memiliki impian sama sekali.

So it's not just an ordinary dream, it have to be our big dream.

Big Dream yang paling nyata sekarang ini dan bisa direalisasikan dengan konkrit mungkin hanya berupa materi. Tapi bukan berarti kita harus menjadi orang yang materialistik, yang akan berujung pada kesombongan. Karena pada hakikatnya apapun yang kita dapatkan adalah miliki Allah yang dititipkan pada kita3 Sehingga apapun bentuk materi yang ada di dunia hukumnya netral. Dapat menjadi positif, bisa juga negatif. Dapat mendorong semangat kita dalam menghidupkan hidup dan semakin mendekatkan diri kepada Sang Pendipta, tapi bisa juga membuat kita terbuai, bermalas-malasan, sombong dan akhirnya menjauhkan diri kita dari-Nya.

Big Dream sebuah materi !? Kenapa tidak, sangat dianjurkan, namun apa yang akan kita perbuat dengan materi yang sedang kita kejar itu ??