Wednesday, July 28, 2010

A Big Dream, Are We Need It ?

Apa impian mu dalam hidup ini? Seperti itulah kata-kata yang seringkali terlontar dalam setiap seminar-seminar bertemakan Training Motivation atau yang diadakan Multi Level Marketing (MLM). Seringkali image MLM tu sendiri telah mengawali penanaman pemikiran negatif terhadap pertanyaan akan sebuah imjpian kepada seseorang tadi. Tapi apakah memang pertanyaan tersebut memang negatif? Adakah positifnya?

Jelas positifnya bukan hanya ada, tapi sangat besar. Impian, dream atau hope, menjadi kunci akan usaha dan kerja keras yang kita upayakan . Seberapa bsar usaha kita? Seberapa keras upaya kita? Dan seberapa tekun diri kita dalam menggapai dream itu sendiri?

Impian bukanlah mimpi, itu yang teman saya katakan. Perbedaannya apa? Mimpi, sesuatu yang dibayangkan dan diharapkan, tapi semuanya itu hanya ada dalam pikiran semata. Sedangkan impian, bayangan pemikiran yang sangat kita harapkan dan memang memunculkan usaha konkrit untuk menggapai impian itu.

Namun hal yang seringkali membuat kita gagal dalam menggapai impian, bisa jadi disebabkan gara-gara bayangan impian yang kita miliki tidak jelas, terlalu melambung tinggi, karena sangat jauh dari kondisi realistis keadaan kita saat itu. Mungkin juga dikarenakan impian yang kita inginkan itu targetannya terlalu kecil, sehingga ambisi untuk menggapainya pun sangat kecil, kadang ada tapi seringkali hilang. Atau mungkin bisa jadi karena kita tidak memiliki impian sama sekali.

So it's not just an ordinary dream, it have to be our big dream.

Big Dream yang paling nyata sekarang ini dan bisa direalisasikan dengan konkrit mungkin hanya berupa materi. Tapi bukan berarti kita harus menjadi orang yang materialistik, yang akan berujung pada kesombongan. Karena pada hakikatnya apapun yang kita dapatkan adalah miliki Allah yang dititipkan pada kita3 Sehingga apapun bentuk materi yang ada di dunia hukumnya netral. Dapat menjadi positif, bisa juga negatif. Dapat mendorong semangat kita dalam menghidupkan hidup dan semakin mendekatkan diri kepada Sang Pendipta, tapi bisa juga membuat kita terbuai, bermalas-malasan, sombong dan akhirnya menjauhkan diri kita dari-Nya.

Big Dream sebuah materi !? Kenapa tidak, sangat dianjurkan, namun apa yang akan kita perbuat dengan materi yang sedang kita kejar itu ??

No comments:

Post a Comment