Monday, December 14, 2015

Kembar Siam Kediri : Posisi Bayi Dempet di Perut dengan Usus Terburai

Sabtu, 08/03/2008 19:14 WIB

Kediri - Bayi kembar siam dempet perut yang lahir di RS Amelia Pare, Sabtu (8/3/2008) siang kondisinya begitu memprihatinkan. Meski masing-masing bayi memiliki organ jantung, namun organ pencernaannya tampak terburai keluar.

Dari pengamatan detiksurabaya.com, hingga sore ini pihak RS Amelia masih berusaha keras untuk menstabilkan kondisi bayi yang saat lahir sempat drop akibat suhu badannya yang rendah.

"Sesuai saran dari RSU Dr Soetomo yang telah kami hubungi, selama bayi ini belum bisa dibawa ke Surabaya, maka kami diperintahkan untuk menstabilkan kondisinya," kata Ratriatmaja, Direktur RS Amelia dalam jumpa pers di lobi RS Amelia, Pare, Kediri, Sabtu (8/3/2008).

Ratriatmaja menjelaskan, penstabilan ini dilakukan agar kondisi bayi tidak kembali drop seperti saat dilahirkan. selain itu, pihak RSU Dr Soetomo dalam pesannya juga mengatakan, perujukan bayi ke Surabaya diharapkan dapat menolong bayi dari kemungkinan terburuk, jadi saat dalam perjalanan ke Surabaya nantinya harus dalam kondisi prima.

Usaha penstabilan kondisi bayi kembar siam dempet perut ini menurut Ratriatmaja dilakukan oleh 3 dokter yang menanganinya, yaitu dokter spesialis anak dr Ahmad Chafid, dokter kandungan dr Sutoko dan dokter ahli anestesi dr Gatot Rahardjo.

Penstabilan kondisi bayi ini diantaranya dilakukan dengan menjaga suhu badan bayi agar selalu dalam kondisi stabil, yaitu berkisar antara 36,6-37,5 derajat celsius. Selain itu penstabilan juga dilakukan dengan memasang selang oksigen dan pemberian infus.

Sementara itu, salah satu dokter yang menangani bayi kembar siam, yaitu dr Ahmad Chafid mengatakan, dari hasil pemeriksaan terakhir pada pukul 17.00 WIB, catatan kesehatan menunjukkan peningkatan yang cukup baik.

Rate nafas berada pada angka 40:40, detak jantung 152 kali per menit, dan suhu badannya meningkat menjadi 37,5 derajat celsius, setelah sebelumnya sempat drop pada posisi 36,3 derajat celsius.

"Bisa dikatakan sekarang kondisinya mulai membaik. Semoga dan mari kita berdoa bersama-sama agar bayi ini bisa diselamatkan," kata Ahmad Chafid.

Dia juga menambahkan, dari pemeriksaan awal masing-masing bayi memiliki organ jantung. Hal ini diketahui setelah irama detak jantung masing-masing bayi dapat dirasakan.

Namun ada satu hal yang dikhawatirkan tim dokter dari bayi kembar siam dempet perut tersebut, yaitu keluarnya organ pencernaan bayi, yaitu usus.

Kekhawatiran muncul karena apabila organ tersebut pecah, maka kemungkinan terburuk bisa saja terjadi. Selain itu kondisi bayi yang baru lahir ini juga rentan terserang bakteri.

"Intinya kami masih terus berusaha menstabilkan kondisinya. Mengenai organ ususnya yang keluar, semoga saja bisa tetap terjaga dari kemungkinan terburuk," imbuh dr Ahmad Chafid.

dr Ahmad Chafid menambahkan, satu hal yang melegakan tim doketer adalah sore tadi kadua bayi sudah bisa mengeluarkan kotoran lewat anusnya, sehingga meski organ ususnya keluar berarti masih bisa bekerja secara normal.

Foto: Bayi kembar siam dempet dada dan perut/Samsul Hadi (bdh/bdh)

Sumber : Samsul Hadi - detikSurabaya

No comments:

Post a Comment