Monday, November 28, 2016

Resensi buku Muhammad SAW The Super Leader & Super Manager

Judul: Muhammad SAW The Super Leader Super Manager
Penulis: Muhammad Syafi'i Antonio
Tahun: 2007
Penerbit: Tazkia Multimedia dan ProLM Centre



Belajar kepemimpinan dan kemampuan managemen dari sosok teladan kita, Nabi Muhammad SAW. Buku Muhammad Syafi'i Antonio yang berjudul "Muhammad SAW The Super Leader Super Manager" memaparkan kisah perjalanan Nabi akhir zaman Muhammad SAW dari sudut pandang yang berbeda, yaitu dari sudut pandang kemampuan memimpin dan managerialnya.

Buku ini menyajikan kisah Muhammad SAW dari aspek yang seringkali kita manusia mengalaminya yaitu kepemimpinan dan managemen. Melalui buku ini, kita bisa melihat bahwa Muhammad pun adalah sosok manusia biasa seperti kita, hanya saja Beliau memiliki kemampuan leadership dan managerial yang luar biasa. Buku ini memperlihatkan bahwa kisah Muhammad bukan kisah sosok seseorang dari negeri dongeng yang setiap scene nya sudah dirancang sedemikian rupa sehingga akhir cerita nya pun pasti ideal sesuai yang diharapkan. Ternyata tidak, Muhammad menghasilkan akhir kisah yang ideal bukan tanpa rintangan dan kegagalan, tapi kita disadarkan kembali bahwa rintangan dan kegagalan itu seringkali merongrong perjalanan hidup nya jauh lebih banyak daripada kita sekarang. Namun semua permasalahan itu berhasil Beliau atasi karena kemampuan memimpin yang luar biasa serta kemampuan managemen Beliau yang sangat profesional.

Ilmu kepemimpinan dan managerial Muhammad SAW sangat relevan dengan ilmu leadership dan management modern yang ada sekarang. Dengan demikian Muhammad sebenarnya telah beberapa abad lebih awal dalam menerapkan ilmu leadership dan management dimana umat manusia baru menerapkannya beberapa abad sepeninggal beliau. Walau demikian hingga kini pun masih belum ada yang kemampuannya melebihi atau bahkan menyamai Rasulullah. Dengan demikian, sebenarnya jika umat manusia ingin dapat membangun suatu peradaban setidaknya kehidupan yang ideal maka kita manusia harus mengadopsi ilmu leadership dan management dari Nabi Muhammad SAW.

Wallahu'alam bishawab

Thursday, October 13, 2016

Cek status dan kuota internet Indosat Ooredo - Update Oktober 2016

Bismillah ...

Untuk men cek kuota internet indosat ooredo ada dua cara:

Cara 1: Jika menggunakan modem, gunakan USSD, lalu tekan *123# Nanti kita akan dapatkan beberapa pilihan. Pilih dengan benar agar kamu bisa mendapatkan informasi dengan sebenar-benarnya. Kalau kamu tidak punya waktu banyak, langsung saja tekan *123*3*8*1*1# Nanti akan dikirimkan sebuah pesan yang kamu tunggu-tunggu. Hal ini juga berlaku jika kamu menggunakan hengpong, jangan cari-cari USSD, tapi langsung saja telpon menggunakan nomor-nomor tadi ;)

Cara 2: Via sms, ketik usage lalu kirim ke 363




Untuk men cek status internet kita, seperti misalnya internet kita aktif sampai kapan sih? Lagi-lagi ada dua caranya, gini nih:


Wednesday, October 12, 2016

Melewatkan login screen pada windows 10

Fitur-fitur windows 10 memang sangat banyak, saking banyaknya kadang untuk masuk windows desktop pun ngos-ngosan (baca: lambat) :D

Hal ini diperparah dengan adanya log in screen dimana kita diharuskan memasukkan username dan password sebelum masuk windows desktop. Hal ini menjadi kurang berguna untuk orang-orang yang lebih mengutamakan efisiensi waktu ketimbang keamanan (memang apa pula yang harus diamankan dan diamankan dari siapa... gak jelas nih). Sebab detik demi detik itu begitu berharga Bung! :D

Oke berikut ini caranya agar kita bisa melewatkan log in screen tanpa harus memasukkan username dan password yang useless, dan langsung aja to the point ke windows desktop:

Saturday, September 3, 2016

Resensi Buku Like Father Like Son (Untaian Kisah-kisah Penuh Hikmah)

Judul buku: Like Father Like Son (Untaian Kisah-kisah Penuh Hikmah)
Penulis: Mohamad Zaka Al Farisi
Tahun: 2009 (Cetakan ke-4)
Penerbit: MQ Gress


Buku yang bagus. Buku ini berisi kumpulan kisah-kisah islami yang mampu mematik motivasi hidup dan mengembalikan kesadaran akherat kita. Buku ini seperti layaknya buku "Chicken Soup for the Soul" yang pertama kali ditulis oleh Jack Canfield dan Mark Victor Hansen, namun versi islami. Mungkin saat membacanya kita akan menyadari bahwa dalam buku ini terdapat kisah-kisah yang seringkali kita dengar dalam ceramah-ceramah islam oleh ustadz-ustadz di pengajian. Sangat tepat penulis mengangkat kisah-kisah sebagai media dakwahnya. Sebab orang akan lebih mudah menyerap pelajaran dengan lebih baik dalam bentuk hikmah baik kewajiban maupun larangan melalui kisah-kisah. Hal ini tercermin dari kandungan Al-Qur'an yang sebagian besar berupa kisah-kisah.

Judul buku "like father like son" mengadopsi dari salah satu kisah didalamnya. Seorang ayah dan anak, Khaitsamah dan Sa'ad bin Khaitsamah, yang sangat menggebu-gebu untuk ikut berjihad dalam perang Badar. Namun, mereka sepakat bahwa salah seorang harus tinggal untuk menjadi tulang punggung keluarga. Permasalahan muncul saat ayah dan anak ini berkeras ingin ikut dalam perang Badar. Akhirnya dengan terpaksa melalui undian, diputuskanlah Sa'ad yang berangkat ke medan jihad. Satu sisi Sa'ad merasa bahagia sekali karena telah terpilih, di sisi lain ayahnya sedih sekaligus bangga karena anaknya begitu bersemangat berjuang untuk islam. Tak berlangsung lama tersiar kabar bahwa Sa'ad telah gugur sebagai syuhada dalam perang Badar. Bagi Khaitsamah, berita tersebut merupakan kesedihan sekaligus kebahagiaan karena ia sadar bahwa anaknya telah mendahuluinya ke surga. Dengan semangat dan rasa bangga terhadap anaknya itu, sang ayah ini pun memaksa Rasulullah untuk bisa ikut dan akhirnya ia pun gugur sebagai syuhada seperti halnya anaknya.

Like father like son seperti itu dalam islam sungguh indah. Ayah dan anak keduanya saling berburu untuk meraih surga. Hal yang seharusnya membuat kita tergerak untuk mengikuti jejak yang sama seperti Khaitsamah dan Sa'ad bin Khaitsamah.

Masih banyak kisah-kisah inspiratif lainnya dalam buku ini yang sarat hikmah dan mematik kembali gairah ibadah kita. So... Enjoy reading :)

Silahkan komentar-komentar dibawah sini yaaaa... ;)

Tuesday, June 28, 2016

Resensi Buku: Menguak Rahasia Cara Belajar Orang Yahudi


Judul buku: Menguak Rahasia Cara Belajar Orang Yahudi
Penulis: Abdul Waid
Tahun: 2013 (Cetakan ke-10)
Penerbit: Diva Press

Sumber: divapress-online.com
Oke, buku berikutnya bercerita tentang bagaimana keunggulan orang-orang Yahudi yang hanya menghuni 1% dari seluruh penduduk dunia, tapi jumlahnya yang sangat kecil itu mampu menjadi dominasi dalam beberapa panggung kesuksesan penduduk dunia. Hal ini seakan kaum minoritas yang mampu menjadi mayoritas dalam menempati posisi strategis peranan manusia di muka bumi. Tapi apa rahasia yang mereka miliki? Apa kebiasaan hidup yang mereka jalani?

Thursday, June 16, 2016

Cara Membuat Drop Down Menu pada Blogspot

Drop down menu digunakan untuk mengorganisir postingan-postingan kita yang mungkin sangat banyak. Dalam windows eksplorer mungkin mirip seperti folder-folder. Postingan-postingan kita yang tidak diorganisir ke dalam menu-menu dan submenu mungkin akan terlihat berantakan dan orang yang berkunjung ke blog kita pun akan pusing kebingungan dengan konten blog itu sendiri yang semrawut gak jelas ‘panuju’. Nah, karena itu saya ingin share tentang bagaimana membuat menu dan dropdown menu.

Wednesday, June 15, 2016

Resensi Buku: Menikah untuk Bahagia, Formula Cinta Membangun Surga di Rumah

Judul Buku: Menikah untuk Bahagia, Formula Cinta Membangun Surga di Rumah
Penulis: Indra Noveldy & Nunik Hermawati
Penerbit: Noura Books (PT Mizan Publika)
Tahun: 2014 (cetakan ke-10)


Buku yang sangat bagus. Disini penulis memaparkan perjalanan kisah rumah tangganya yang selama 12 tahun penuh dengan konflik. Namun kisah tentang berbagai konflik ini tidak diceritakan dalam suatu skenario menggunakan format waktu, tapi diramu dalam bab demi bab buku ini. Awalnya memang penulis banyak menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang seakan ada solusinya, namun semakin jauh membaca, buku ini mulai mengungkapkan pandangan-pandangan yang membuat pasangan yang menghadapi konflik dalam rumah tangga merasa sedikit lega, karena kisah penulis seperti lebih dramatis dibandingkan dengan kisah pembaca. Namun jika ternyata ada yang lebih dramatis dari kisah rumah tangga penulis, setidaknya buku ini bisa memberikan pandangan dan semangat untuk bangkit bagi pasangan yang menghadapi masalah dalam rumah tangganya. Buku ini memberikan pencerahan, bahwa memang semua orang yang menjalani kehidupan rumah tangga pasti akan didera konflik dan masalah. Sehingga kita pun tidak perlu iri melihat pasangan lain "seakan" hidup harmonis dalam rumah tangganya. Kenyataannya tidak demikian, hanya saja permasalahan itu tidak terungkapkan dan mereka mungkin bisa menghadapi dan mengatasinya. So, kalau pasangan lain bisa, kenapa kita tidak!?

Buku ini menjadi rekomendasi saya untuk menambah wawasan baik pasangan yang sudah berumah tangga, khususnya pasangan yang akan memulai membangun rumah tangga. Kenapa pasangan yang belum berumah tangga? Sebab seringkali tersebar opini kalau menikah itu indah. Dan hal ini umumnya ditelan mentah-mentah oleh kaum hawa. Sehingga banyak yang berprinsip, yang penting menikah dengan siapapun itu. Hmmm... boleh, tapi menurut saya sebaiknya kita perlu mempertimbangkan dan membekali diri kita dengan keimanan dan ilmu. Jangan sampai modal nafsu doank! Jujurlah dengan diri sendiri apakah keinginan untuk menikah itu bertujuan untuk ibadah, ataukah pemenuhan nafsu semata. Kalau ternyata jawabannya yang kedua, nah, saran awal saya yang pertama yaitu membekali diri dengan iman dan ilmu tentang pernikahan itu menjadi fardhu'ain, so, "pamali" kalau ditinggalkan :D

Anyway, selamat membaca :)

Written by: Aditya Rakhmawan
#Review #Buku

Sunday, February 21, 2016

Bagaimana Cara Agar Hidup Lebih Produktif?

Apa yang kita lakukan seharian jarang sekali kita review. Hal itu akan membuat aktivitas kita dari hari ke hari itu seakan selalu kembali ke titik nol. Bukannya melanjutkan apa yang sudah dikerjakan. Padahal apa yang sudah dikerjakan sebelumnya itu bernilai waktu dan bukan dikerjakan seperti halnya membalik telapak tangan. Tapi melibatkan keringat dan peras otak didalamnya.

Aktivitas kita yang masih belum rutin dan terjadwal. Itu yang akan membuat kita kadang kesulitan mengevaluasi aktivitas harian.

Durasi waktu pun yang kadang tidak dilibatkan dalam beraktivitas. Padahal dengan memperhitungkan durasi waktu kita telah memperhitungkan rencana aktivitas harian kita mungkin di hari berikutnya secara detil.

Jangan lupa jika kita mengevaluasi diri di atas kertas (paper and pencils), per singkat kata dalam menulis. Jika tulisan ini hanya untuk kita yang baca, maka kita tidak perlu menulis satu per satu kata secara utuh. Hal itu akan lebih mengefisiensikan waktu.

Malam hari adalah waktu yang terbaik dalam mengevaluasi aktivitas harian. Setelah evaluasi aktivitas kita akan menyadari bahwa malam hari seakan waktu berjalan sangat lama. Dan terkadang kita sama sekali jarang merasa ngantuk.

Memang benar, waktu kita mengerjakan apa yang seharusnya pribadi kerjakan itu hanya subuh hari setelah bangun tidur. Jadi setelah shalat isya, langsung tidur. Hanya mungkin kelemahannya cukup sulit bangun setelah kondisi tidur ini. Kita butuh kamar yang berbeda antara belajar dan tidur. Satu sisi, tidur yang terbaik adalah kondisi lampu mati, tapi tidak mungkin belajar dengan lampu mati kan!?

Coba evaluasi tidur. Waktu yang direkomendasikan untuk tidur adalah setelah bada isya. Memang Islam pun menganjurkan demikian. Ada kendala? Kalau sudah punya istri mungkin istri jadi ngambek, "kok tidur awal2 banget sih!?". Selain itu semua habit malam, misalnya seperti rendam baju, dan sikat gigi harus di geser jadi bada maghrib sebelum isya. Makan malam pun lakukan sebelum isya.

Hati-hati godaan malam. Keinginan untuk berbuat aneh-aneh pasti tinggi. So, luruskan niat!
Apa niatnya? Kalau yang lagi nyusun tugas akhir mungkin selesaikan proposal, skripsi, tesis, atau disertasi. Produktif, karena siang tidak bisa produktif (nyaris positif 100% tidak produktif). Kerjakan hobi, seperti nyusun file, buat desain grafis, organisir file, dan jangan lupa, ngeblog. Evaluasi harian, aktivitas dan produk yang dihasilkan setiap hari. Kegiatan pagi buta itu akan jadi kegiatan yang paling menyenangkan. Karena di situ kita akan merasa hidup kita lebih berguna dan produktif.

Subuh hari itu akan menjadi waktu paling menyenangkan, karena tidak akan ada chatting-an atau social network yang berbunyi. Fokus aktivitas hanya untuk kita sendiri. Apa yang kita kerjakan akan sangat terasa hasilnya.

It will be very fun. At last time just for us. Good luck :)

Written by. Aditya Rakhmawan
Tengah malam ditengah kebimbangan nyusun tugas akhir
Selasa, 22 Februari 2016
Gegerkalong Girang, Bandung